Oleh

Vivi Ristian Chutsiah, S.Si

Wakasek Urusan Kesiswaan Putri

“Bu, gimana kabarnya?”

“Bu, dimana bapak / ibu guru yang ini ?”

“Bu, sekolah ku tambah apik”

Kata-kata itu yang sering muncul ketika sekelompok anak lulusan SMP  Mmuhammadiyah 2 berkunjung kembali ke sini. Alumni SMP Muhammadiyah 2 lebih senang berkunjung di sekolah ini sewaktu mereka memiliki waktu luang, bukan ada kegiatan atau bukan pula ada kunjungan study, melainkan hanya berbincang bincang dengan bapak/ibu guru yang ada.

Mengapa mereka lebih senang kembali ke sini ???

Pertanyaan itu yang muncul dalam benak saya ketika mengamati banyaknya alumni SMP Muhammadiyah 2 yang berkunjung di sekolah dalam beberapa tahun saya mengajar di sini.

Dan terlontarlah pertanyaan saat beberapa anak berkunjung kembali ke sekolah. “Nak… mengapa seh kalian koq sering berkunjung ke sekolah ini lagi jika ada waktu luang ?” Dengan mata berbinar mereka menjawab pertanyaan saya. “Bu…… di sekolah ini, di SMP Muhammadiyah 2 ini saya senang”.

“Mengapa kok kalian merasa senang berada di sini ?” tanya saya lagi.

Tetap dengan senyuman mereka menjawab. “ Di sini bapak / ibu gurunya seperti orangtua sendiri” jawab salah satu anak, “Sudah seperti kakak bu” jawab salah satu anak yang lain.

“Di sini itu bu, guru-gurunya perhatian, jika ada siswanya bertanya dijawab dan di jelaskan sampai mengerti” timpali anak yang lain.

“Selain itu bu, banyak kegiatan yang ada di sekolah ini bu. Jadi kita tidak bosen dan kita pun walau sudah lulus dari sekolah ini masih diperbolehkan ikut bergabung dengan anak anak yang ada bu”,  jawab alumni yang satunya lagi.

“Banyak anak-anak alumni SMP Muhammadiyah 2 ini yang menjadi ketua organisasi di sekolahnya” jawab yang lainnya.

Memang benar di SMP Muhammadiyah 2 ini saya banyak belajar menjadi pendidik yang baik, bukan pengajar. Mengapa saya sebut sebagai seorang pendidik dan bukan sebagai pengajar ? Dan apa pula perbedaan antara pendidik dan pengajar ?

Pengajaran khusus ditujukan pada akal saja dan merupakan hanya  proses belajar atau proses menuntut ilmu, sedangkan pendidikan merupakan  pembinaan insan yang tidak saja melibatkan perkara fisik dan mental tetapi juga hati dan nafsu karena sesungguhnya yang dididik adalah hati dan nafsu.

Oleh karena itu pendidikan lebih rumit dan susah. Kedua perkara ini harus kita fahami benar dalam membina insan. Keduanya diperlukan dalam pembinaan pribadi agar pandai berbakti pada Tuhan dan pada sesama manusia.           

Pengajaran adalah proses belajar atau proses menuntut ilmu. Ada dosen, guru, ustadz yang mengajar atau menyampaikan ilmu kepada murid yang belajar. Hasilnya murid menjadi pandai, dan berilmu pengetahuan (‘alim). Pendidikan adalah proses mendidik yang melibatkan penerapan nilai-nilai. Di dalam pendidikan terdapat proses pemahaman, penghayatan, penjiwaan, dan pengamalan. Ilmu yang telah diperoleh terutama ilmu agama dicoba untuk difahami dan di hayati hingga tertanam dalam hati dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain pendidikan menyangkut tentang akhlak.

Pendidikan antara lain adalah memperkenalkan Tuhan kepada manusia. Membersihkan hati insan dari sifat-sifat keji (mazmumah) dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji (mahmudah). Pendidikan juga adalah mengembalikan hati nurani manusia kepada keadaan fitrah yang suci dan bersih. Nafsu perlu dikendalikan supaya tidak cenderung kepada kejahatan dan maksiat tetapi cenderung kepada kebaikan dan ibadah.

Itulah yang ada di SMP Muhammadiyah 2 ini, di sini kita harus menjadi seorang pendidik dengan hati tulus ikhlas membimbing anak anak yang telah di amanahkan para orang tuanya kepada kita, apapun bentuk sikap anak anaknya. Contohnya jika ada seorang anak melakukan kenakalan, kita harus mencari tahu alasan anak tersebut melakukan kenakalan bukan men justice anak tersebut nakal dan mengeluarkan agar pindah ke sekolah lain tetapi harus mencarikan solusi dan mengubah kenakalannya menjadi kebaikan yang akan di ingat seumur hidupnya.

Selain itu setiap anak memiliki bakat dan keistimewaan masing masing tidak hanya dalam bentuk akademis tetapi juga dalam bidang lainnya. Di SMP Muhammadiyah ini semua bakat siswa di tampung dan di fasilitasi oleh sekolah.

Dalam hal akademis sekolah ini memberikan fasilitas dengan adanya Biro konsultasi yaitu wadah yang memfasilitasi anak anak yang masih belum faham pada mata pelajaran tertentu atau seorang atlit yang tidak dapat mengikuti proses pembelajaran di pagi hari dapat bertatap muka dengan bapak / ibu guru yang mengajar pada biro konsultasi tersebut.

Untuk bakat bakat berbeda lainnya yang di miliki oleh masing masing anak, di SMP Muhammadiyah ini di sediakan. Anak anak di bebaskan dalam mengembangkan bakat yang mereka miliki tanpa ada batasan.

Sekolah SMP Muhammadiyah 2 ku terbaik karena didalamnya terdapat pendidik yang ikhlas membimbing dan mencerdaskan siswa tanpa mengenal lelah, menyelesikan semua permasalahan yang alami siswa, menyayangi dan melindungi siswanya, juga memfasilitasi dan mengembangkan bakat yang di miliki masing masing siswa. 

Share yuk
Chat disini
1
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Anda ingin bertanya tentang PPDB 2021-2022
Silahkan diskusikan dengan kami