You are currently viewing PROBLEMATIKA SISWA

PROBLEMATIKA SISWA

Siswa mutasi pasti mempunyai problematika? Belum tentu, ternyata sungguh menyenangkan untuk ditangani, apalagi mengurusi siswa yang masuk pertama kali di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya. Mengapa? Setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Alangkah sayangnya jika kita sebagai pendidik langsung menomor satukan segi negatif pada siswa. Jika itu yang kita lakukan maka akan menimbulkan kendala dihadapan kita yang bertubi-tubi. Pendidik di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya memiliki komitmen untuk mencari kelebihan-kelebihan yang ada pada diri siswa, kemudian dari kelebihan-kelebihan itulah yang akan terus dipupuk sampai menghasilkan siswa yang cemerlang sesuai dengan impian siswa. Alhasil dari impian siswa yang sudah terwujud akan menghasilkan rasa percaya diri yang muncul. Jika rasa percaya diri siswa sudah mulai tumbuh, maka akan memotivasi jiwa siswa itu sendiri untuk bisa mewujudkan semua impiannya, meskipun impiannya itu tidak langsung terwujud dalam waktu yang singkat.

Sebagai pendidik yang berhati pendidik harus merangsang keinginan terbaik dari siswa. Setiap keinginan yang terwujud akan menghasilkan kepuasan baginya. Setelah siswa merasakan kepuasan atas apa yang menjadi beban dipikirannya terurai, lambat laun siswa akan berubah seiring dengan berjalannya waktu menjadi lebih baik. Pendidik harus memberikan energi yang positif bagi siswa yang dihadapi, dengan energi positif yang diberikan akan berdampak positif pula pada diri kita sendiri maupun siswa. Hati yang berjiwa baik akan tercermin baik pula dalam tutur kata maupun perbuatan. siswa yang bermasalah membutuhkan arahan apa sebaiknya yang harus dilakukan. Latar belakang masalah keluarga lebih dominan mempengaruhi permasalahan yang dihadapi siswa dari pada problematika di sekolah, sebab siswa lebih banyak menghabiskan waktu saat di rumah dibanding waktu di sekolah. Tapi sudahlah sebagai pendidik tidak perlu mencari kambing hitam yang sebetulnya tidak semua kambing warnanya hitam, tapi ada yang putih seputih hati siswa yang dilahirkan masih putih bersih.

Langkah – Langkah

Siswa perlu bimbingan dan arahan yang positif agar terbentuk karakter yang positif. Untuk mengarahkan hal-hal yang positif langkah-langkah yang harus dilakukan oleh guru sebagai pendidik adalah: 1) mengamati tingkah laku siswa sehari-hari yang positif. 2) menanyakan apa sebenarnya yang belum terwujud dari keinginannya, dan apa saja usaha yang sudah dilakukan. 3) mengevaluasi apa sumber problematika yang belum terpecahkan. 4) memasuki ke dunia ide siswa sebagai teman yang sanggup menerima seombyok ide-ide mereka yang kadang kala ada yang kurang masuk akal. 5) memiliki kelembutan, ketegasan, dan kesabaran yang luar biasa.

Mengamati tingkah laku siswa sehari-hari yang positif. Tujuan dari mengamati untuk memberikan reward dari sekecil apapun tingkah laku siswa yang positif. Jangan pelit memberikan reward atas sikap siswa yang sudah melakukan hal-hal positif, meskipun hanya berupa acungan jempol, tepuk tangan, pujian atau hadiah kecil. Sudah menjadi naluri manusia jika mendapat pujian akan senang dan marah jika sudah berusaha melakukan hal-hal positif tapi diremehkan. Dari reward yang kita berikan pada siswa yang berusaha berbuat hal-hal positif akan memperkecil ingatan akan kekurangannya. Lambat laun hilang dipikiran kita akan kekurangan siswa.

Menanyakan apa sebenarnya yang belum terwujud dari keinginannya, dan apa saja usaha yang sudah dilakukan. Tujuan dari menanyakan untuk melatih kritis, tidak mudah menyerah dan tawakkal. siswa perlu diingatkan bahwa setiap ada masalah yakinlah, pasti ada jalan keluarnya. Usaha tidak cukup hanya sekali tapi terus menerus sampai masalah yang dihadapi dapat diselesaikan. Apabila siswa sudah merasa usahanya maksimal masih belum selesai masalahnya maka tawakkal itu jalan terbaik. Seiring dengan berjalannya waktu masalah itu akan terselesaikan sendiri.
Mengevaluasi apa sumber permasalahan yang belum terpecahkan. Tujuan dari langkah ketiga ini adalah mencari titik persimpangan dari semua permasalahan yang bertumpuk-tumpuk di pikiran siswa. Baik permasalahan dengan orang tua, teman, lingkungan, maupun permasahan yang timbul dari dirinya sendiri. Di usia yang relatif muda dan mengalami masa pubertas, gejolak ingin mencari pengakuan bahwa dirinya sudah tidak mau dikatakan siswa-siswa lagi, suka mencoba-coba hal baru yang manarik bagi dirinya. Masalah remaja yang sudah mengenal atau mengagumi pada lawan jenis dan langsung di larang oleh orang tuanya. Setelah melakukan pendekatan emosional siswa berani mengutarakan kalau orang tuanya ingin menang sendiri siswa harus menuruti keinginannya tetapi orang tua tidak menuruti keinginan siswa. Masa-masa SMP adalah masa transisi dari masa siswa-siswa ke dewasa. Dikatakan siswa-siswa dia tidak mau dikatakan dewasa belum waktunya. Inilah yang jadi poin di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya untuk menggali semua bakat yang dimiliki siswa. Di usia ini masa-masa yang baik untuk memberikan kegiatan-kegiatan positif untuk menambah sekaligus meningkatkan bakat atau potensi yang ada di dalam diri siswa yang mungkin masih terpendam. Semakin banyak kegiatan positif yang diikuti oleh siswa, semakin banyak pengetahuan yang didapat, semakin percaya diri, dengan harapan semakin sedikit waktu untuk melakukan hal-hal negatif pada dirinya. Karena itu tes yang disodorkan ke siswa-siswa yang mau melanjutkan sekolah di SMP Muhammadiyah 2 adalah tes keberbakatan, bukan tes akademik. Tes keberbakatan bertujuan untuk memetakkan pelayanan yaang akan diberikan sekolah ke siswa. Ada 5 deferensiasi yang tersedia: kelas olah raga, sunday school, talent executive class, fashahah balagha qur’an, sekolah peduli siswa hebat.

Ide Siswa
Memasuki ke ide dunia siswa. Tujuan siswa lebih merasa nyaman, jujur apa adanya, terbuka dan menganggap sebagai teman sebaya. Sering siswa merasa takut atau enggan menceritakan permasalahan yang terjadi dengan apa adanya. Ketika siswa sudah mulai berani menceritakan keadaan yang sebenarnya, berarti itu sebagai tanda kalau siswa mulai mempercayai guru sebagai tempat curhat dan membantu menyelesaikan masalah baginya.
Memiliki kelembutan hati, kesabaran tapi tegas dalam mengambil keputusan untuk mengarahkan jalan terbaik untuk siswa.

Penulis : Dewi Maisaroh, S.Pd (Wakasek Kurikulum)

Editor : Yunan Imannu

Share yuk

This Post Has 2 Comments

  1. Nurmala

    Bisa kasih trik menyiasati anak yang sudah mulai bosan daring. Terimakasih

    1. adminsmpmudasbya

      perlu diajak refreshing bunda…agar kejenuhannya bisa berkurang…
      refreshing tidak harus pergi jalan2 bunda….bisa juga mengikuti kegiatan2 non akademik setelah mengikuti daring…
      atau hanya sekedar ngobrol santai sambil bersepeda keliling kampung atau komplek…

Tinggalkan Balasan